Profil

Lahir di Desa Mijen Kaliwungu Kabupaten Kudus, Cak Agus (Panggilan dari kecil) Terlahir sebagai Hafidz Alqur’an 30 juz. Pada Umur 17th sudah menghatamkan Alqur’an bil ghoib dibawah asuhan pamanya KH.Harun Rosyid(pengasuh ponpes Assalam kudus).Tak puas dengan Hafalan Alqur’an-nya Cak Agus Nyantri di ponpes Yanbu’ul qur’an belajar qiro’ah sab’ah dibawah asuhan KH. Ulil Albab Arwani.

Keinginan menjadi seniman kaligrafi muncul ketika diajak sang paman Silaturrahim ke kediaman KH.Nur Aufa Siddiq(Seniman kaligrafi terkenal di kabupaten kudus).

Bakat Cak Agus semakin terasah ketika Diklat kaligrafi di Grista(Griya Seni Tahsinul Khot Al Arobi) yang dibimbing langsung oleh KH. Nur Aufa Siddiq(juara 1 kaligrafi nasional, 1985).

  • Untuk pertamakalinya Cak agus meraih juara lomba kaligrafi di tingkat propinsi, dengan semangat dan kerja keras cak agus Lolos hingga juara Nasional dan internasional.

Cak Agus Diminta ke Kampus PSKQ(Pesantren Seni Rupa & Kaligrafi Al Qur’an)Modern, Oleh Ust. Moh. Assiry Jasiri (juara I kaligrafi Nasional 2003 dan juara 1 Kaligrafi ASEAN 2006) Untuk mengajar kaligrafi, teknik melukis dan ilmu seni rupa.

Di Kampus PSKQ ini pula Cak Agus menyelam sambil minum air, mengajar sambil belajar tehnik-tehnik GRC dibawah bimbingan H.Rohadi (adik ust. Assiry) Sehingga mampu ber inovasi dan berkarya membuat Puluhan sampai Ratusan Kubah , menara, Ornamen dan kaligrafi dari bahan GRC.

Cak Agus bersama keluarga besarnya mengasuh Pesantren “Assalam” yang fokus dibidang tahfidzul Qur’an dan Kaligrafi Al-Quran yang telah banyak melahirkan para Tahfidz dan kaligrafer Indonesia berprestasi Nasional dan internasional.

Dalam membuat berbagai karya seni, Cak Agus juga dibantu oleh Santri-santri yang ahli di bidangnya.